Esensi Analisis Web


ESENSI ANALISIS WEB



Nama : Crislie Santoso
NPM : 51418581
Kelas : 2IA01

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2020
      I.            Analisis Web
1.1 Pengertian Analisis Web
Analisis Web merupakan pengukuran, pengumpulan, analisis dan pelaporan data internet untuk tujuan memahami dan mengoptimalkan penggunaan web. Analisis Web bukan hanya sebuah alat untuk mengukur lalu lintas situs web, namun dapat digunakan sebagai alat untuk penelitian bisnis dan riset pasar.
Analisis Web aplikasi dapat juga membantu perusahaan mengukur hasil kampanye iklan cetak tradisional. Ini membantu orang untuk memperkirakan bagaimana lalu lintas ke situs web berubah setelah peluncuran kampanye iklan baru.
Analisis web menyediakan data tentang jumlah pengunjung, tampilan halaman dll untuk mengukur popularitas situs yang akan membantu untuk melakukan riset pasar.

1.2 Tujuan Analisis Web
Kita membutuhkan Analisis Web untuk menilai tingkat keberhasilan situs web dan bisnis terkait. Maka dari itu, Analisis Web dilakukan dengan tujuan sebagai berikut :
a.       Meningkatkan jumlah pengunjung
b.      Meningkatkan kesetiaan pelanggan
c.       Menjaga pengunjung di website selama mungkin
d.      Meningkatkan konversi
e.       Meningkatkan kepuasan pelanggan
f.       Mengendalikan kesuksesan periklanan
g.      Meningkatkan pendapatan dengan menjual

1.3 Proses Analisis Web
Analisis Web dilakukan dengan tahapan-tahapan seperti berikut :
a.       Collection of data
b.      Processing of data into information
c.       Developing Key Performance Indicators (KPI)
d.      Formulating online strategy

   II.            Collection of Data (Pengumpulan Data)
2.1 Pengertian Collection of Data
Tenik Pengumpulan Data merupakan suatu teknik atau cara yang dilakukan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Teknik pengumpulan data yang tepat dan benar akan menghasilkan data yang memiliki kredibilitas tinggi, dan sebaliknya. Oleh karena itu, pada tahap ini tidak boleh salah dan harus dilakukan secara cermat sesuai dengan prosedur dan ciri-ciri penelitian yang akan digunakan.
Terdapat 2 (dua) hal yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu, kualitas instrumen penelitian, dan kualitas pengumpulan data. Kualitas instrumen penelitian berkaitan dengan validitas dan reliabilitas instrumen. Kualitas pengumpulan data berkaitan dengan ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data.

2.2 Jenis – jenis Teknik Pengumpulan Data
Dalam melakukan sebuah penelitian untuk mengumpulkan data, ada beberapa teknik yang bisa diterapkan yaitu sebagai berikut :
a.      Interview (Wawancara)
Sugiyono (2010: 194) menjelaskan bahwa wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya kecil/sedikit.
Teknik pengumpulan data dengan wawancara biasa digunakan pada penelitian kuantitatif, kualitatif, dan pengembangan. Wawancara lebih sering digunakan dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, wawancara lebih sering digunakan untuk studi pendahuluan dalam menemukan permasalahan yang akan diteliti. Dalam penelitian kualitatif, wawancara bersifat mendalam, karena ingin mengeksplorasi informasi secara holistik dan jelas dari informan.
Dalam Sugiyono (2010: 194), wawancara dibedakan menjadi wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur.
Wawancara Terstruktur  digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. Dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang alternatif jawabannya pun telah disiapkan. Setiap responden diberi pertanyaan sama, dan pengumpul data mencatatnya.
Sedangkan, Wawancara Tidak Terstruktur tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan.
b.      Kuesioner (Angket)
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya (Sugiyono, 2010: 199).
Dalam Arikunto (2006: 152), berdasarkan pada sudut pandangan, kuesioner dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) jenis yaitu :
·         Dipandang dari cara menjawab
Dibedakan menjadi kuesioner terbuka dan kuesioner tertutup. Kuesioner terbuka memberi kesempatan kepada responden untuk menjawab dengan kalimatnya sendiri. Sedangkan kuesioner tertutup sudah disediakan jawabannya, sehingga responden tinggal memilih.
·         Dipandang dari jawaban yang diberikan
Ada dua jenis kuesioner, yaitu kuesioner langsung dan kuesioner tidak langsung. Kuesioner langsung yaitu responden menjawab tentang dirinya. Sedangkan kuesioner tidak langsung yaitu jika responden menjawab tentang orang lain.
·         Dipandang dari bentuknya
Menurut bentuknya, kuesioner dibedakan menjadi kuesioner pilihan ganda, kuesioner isian, check list, dan rating-scale.

c.       Observasi (Pengamatan)
Menurut Satori & Komariah (2011: 105), Oberservasi merupakan pengamatan terhadap suatu objek yang diteliti baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memperoleh data yang harus dikumpulkan dalam penelitian. Secara langsung dengan terlibat ke lapangan dengan melibatkan seluruh pancaindera. Sedangkan tidak langsung dengan dibantu mediavisual/audiovisual.
Berdasarkan proses pengumpulan data, observasi dapat dibedakan menjadi 4 (empat) jenis yaitu :
·         Observasi terstruktur
Observasi terstruktur adalah observasi yang telah dirancang secara sistematis, tentang apa yang diamati, kapan dan di mana tempatnya.
·         Observasi tidak terstruktur
Observasi tidak terstruktur adalah observasi yang tidak dipersiapkan secara sistematis tentang apa yang akan diobservasi.
·         Observasi Berperanserta
Peneliti terlibat dengan kegiatan sehari-hari orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian.
·         Observasi Nonpartisipan
Peneliti hanya sebagai pengamat independen. Data yang dikumpulkan tidak mendalam, tidak sampai pada tingkat makna.



d.      Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Dokumetasi dapat digunakan pada penelitian kuantitatif, kualitatif dan pengembangan. Dokumentasi sering digunakan pada penelitian kualitatif sebagai pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara.
e.       Tes
Tes digunakan untuk mengukur ada atau tidaknya serta besarnya kemampuan obyek yang diteliti (Arikunto, 2006: 223). Tes terstandar biasanya sudah tersedia di lembaga testing, yang sudah terjamin keampuhannya.

III.            Processing of Data Into Information
3.1 Pengertian Pemrosesan Data menjadi Informasi
Pemrosesan data merupakan jenis pemrosesan yang dapat mengubah data menjadi informasi atau pengetahuan. Pemrosesan data ini sering menggunakan komputer sehingga bisa berjalan secara otomatis. Setelah diolah, data ini biasanya mempunyai nilai yang informatif.
Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa, data merupakan bahan yang akan diolah menjadi suatu bentuk yang lebih berguna dan lebih mempunyai arti. Sedangkan informasi merupakan hasil dari pengolahan data atau hasil proses dari data tersebut.

3.2 Tujuan dan Fungsi Pemrosesan Data
Tujuan dari pemrosesan data adalah untuk mengambil informasi asli (data) dan darinya menghasilkan informasi lain dalam bentuk yang berguna (hasil).
Fungsi dasar dari Pemrosesan Data adalah sebagai berikut :
a.       Mengambil program dan data (masukan/input)
b.      Menyimpan program dan data serta menyediakan untuk pemrosesan
c.       Menjalankan proses aritmatika dan logika pada data yang disimpan
d.      Menyimpan hasil akhir pengolahan
e.       Mencetak atau menampilkan data yang disimpan atau hasil pengolahan

3.3 Tahapan Pemrosesan Data
Secara umum pemrosesan data tersebut tebagi menjadi 3 (tiga) yaitu input, proses, dan output. Tiga tahapan tersebut dapat dikembangkan menjadi :
a.       Penghimpunan dan pencatatan data
b.      Pengklasifikasian data
c.       Penyusunan data (sorting)
d.      Perhitungan (calculating)
e.       Penyusunan laporan (summarizing)
f.       Penyimpanan (storing)
g.      Pencarian (retrieving)
h.      Komunikasi (communicating)
i.        Penggandaan (reproducing)
j.        Pendistribusian data

IV.            Developing Key Performance Indicators (KPI)
4.1 Pengertian Key Performance Indicators (KPI)
KPI (Key Performance Indicator) adalah informasi statistik yang hanya memiliki signifikansi nyata jika dibandingkan dengan data spesifik atau industri sebelumnya. Ini harus dipertimbangkan dalam jangka waktu yang wajar agar bisa melihat perubahan sebagai tren dan bukan sebagai fluktuasi sehari-hari biasa.
KPI bukan hanya mengukur suatu panjang atau suatu umur alat tetapi lebih tepat ukuran dari suatu performance atau kinerja. KPI merupakan ukuran kunci (key) terhadap bisnis atau kesuksesan, bukan hanya ukuran seadanya.
4.2 Tujuan Key Performance Indicators (KPI)
Tujuan dari pengembangan Key Performance Indicators (KPI) ini adalah untuk memberikan bentuk penyajian informasi yang lebih informatif dan terstruktur untuk mengetahui sejauh mana instansi tersebut telah berhasil mewujudkan target kerja yang telah ditetapkan.

4.3 Pilar Utama dalam Mengukur Kinerja
Jika melihat pada pengaplikasiannya, terdapat 2 (dua) jenis KPI yaitu Financial dan Non-Financial Indicator. Merujuk pada konsep Balance Score Card yang dikembangkan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton, maka terdapat empat pilar utama dalam mengukur kinerja organisasi yaitu :
a.      Inovation and Learning Perspective
Pada pilar pertama ini lebih menekankan kepada pentingnya sebuah budaya belajar, tata kelola SDM dan inovasi sebagai modal dasar dalam menjalankan dan membesarkan keberlangsungan bisnis sehingga mampu memberikan nilai-nilai yang tinggi untuk semua stakeholder.
b. Internal Business Process
Pilar kedua ini berhubungan erat dengan pilar pertama yang intinya bahwa jika karyawan senang bekerja dan memiliki kompetensi yang sesuai di posisinya, maka proses kerja atau SOP dapat berjalan dengan baik yang dapat dilakukan secara konsisten. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua proses kerja berjalan secara konsisten.
c. Customer Prespective
Pilar ketiga ini berhubungan dengan ukuran "kepuasan" dan "loyalitas pelanggan" terhadap website yang merupakan dampak dari pilar pertama dan kedua.
d. Financial Indicator
Jika pada pilar pertama hingga ketiga yang diukur adalah dari Perspective Non Financial, maka dalam pilar keempat ini adalah indikator yang berhubungan dengan Kinerja Finansial dari website untuk melihat dari sudut pandang stakeholder yang merupakan dampak akhir dari ketiga aspek pilar di atas.

  V.            Formulating Online Strategy (Merumuskan Strategi Online)
5.1 Pendahuluan Strategi Online
Sebuah website layaknya sebuah toko yang dapat menampilkan semua produk dalam satu tempat dengan deskripsi yang lebih banyak ketimbang alat penjualan online lainnya. Biasanya keberadaan sebuah website akan lebih memuaskan rasa ingin tahu pengunjung terhadap sebuah produk. Namun, pengunjung sebuah website tidak akan tiba-tiba datang tanpa dipromosikan sebelumnya. Maka dari itu, perlu dilakukan strategi untuk mempromosikan website tersebut, dan strategi yang paling ampuh dan paling banyak digunakan sekarang ini adalah pemasaran online / digital marketing.
Pemasaran online atau yang juga dikenal sebagai digital marketing, menjadi strategi yang terbukti ampuh untuk mendatangkan penjualan. Penggunaan internet yang semakin intensif, menjadikan tren strategi pemasaran online di tahun-tahun sekarang ini mengalami perkembangan ke arah yang lebih kompleks.

5.2 Macam-macam Strategi Online
a.      Email Broadcast
Apabila perusahaan memiliki database alamat email customer, maka hal ini bisa menjadi salah satu keuntungan yang bisa Anda gunakan untuk mempromosikan atau broadcast pesan ke semua email costumer tentang website bisnis. Memberikan pengumuman melalui email, selain tekesan lebih pribadi biasanya juga dianggap lebih mampu mendatangkan traffic atau kunjungan ke website. Hal ini, karena costumer tersebut sudah pernah membeli atau mengetahui barang atau produk yang Anda miliki. Selain pemberitahuan tentang website bisnis, Anda juga bisa menyisipkan informasi penting mengenai promo spesial maupun diskon khusus yang bisa didapat costumer melalui website, sehingga mendorong costumer untuk membukanya.
b.      Marketplace
Marketplace adalah salah satu tempat penjualan yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat umum untuk melakukan pembelian. Mempromosikan website melalui marketplace adalah sebuah langkah tepat yang dapat mendatangkan konsumen yang sudah mengetahui produk usaha Anda. Cantumkan alamat website ketika melakukan promosi di sebuah marketplace, sehingga pengunjung yang datang, selain membeli produk, juga mengunjungi website Anda.
c.       Social Media
Promosi melalui social media dapat dilakukan dengan cara maka menyebarkan pesan melalui social media dinilai sangat tepat dan efisien mengingat tingginya interaksi masyarakat didalamnya. Gunakan social media sebagai media berpikir praktis, di mana gambaran produk yang menarik dan caption yang singkat, akan menarik rasa ingin tahu costumer untuk mendatangi website perusahaan Anda.
d.      Facebook Ads
Facebook ads memiliki fitur yang disebut custom audiences yang memungkinkan untuk meng-upload daftar email ke Facebook dan di sana email tersebut akan dicocokkan dengan akun Facebook Anda. Anda bisa memanfaatkan custom audiences untuk mengumumkan peluncuran situs web baru Anda kepada orang-orang yang sudah mengetahui brand tersebut. Selain memberitahukan kepada para custumer setia tentang peluncuran website, Facebook Ads juga bisa memberi pengaruh dan menarik perhatian costumer dari competitor usaha, karena iklan maupun pemberitahuan melalui Facebook ads dapat ditampilkan secara umum melalui kategori yang sama.


e.       Influencer Marketing
Teknik pemasaran menggunakan influencer atau yang biasa disebut dengan influencer marketing sedang populer dalam beberapa tahun belakangan. Influencer adalah orang yang mampu mempengaruhi audiens, biasanya di social media, untuk menjadi konsumen potensial.
Umumnya, seorang influencer memiliki sedikitnya 10.000 followers atau pengikut pada akun media sosialnya. Influencer tidak selalu berasal dari kalangan artis atau tokoh terkenal, sekarang siapa saja bisa menjadi terkenal di media sosial, asalkan memiliki konten yang berkualitas dan menggugah rasa penasaran audiens.

Referensi :


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kasus Pelanggaran Pajak PT. Indosat Multimedia (IM3)

Huawei Merilis Watch GT 2

Aplikasi Membaca dan Menulis : "BaTu"