Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan
Hallo readers! sekarang saya akan membahas mengenai Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan, apa artinya, apa saja perbedaannya, apa saja hubungannya dan contoh masalah sosialnya. Yuk, langsung aja kita bahas! Happy reading😊
Latar Belakang
Masyarakat (society)
merupakan istilah yang digunakan untuk menerangkan komuniti manusia yang
tinggal bersama-sama. Boleh juga dikatakan masyarakat itu merupakan jaringan
perhubungan antara berbagai individu. Dari segi perlaksaan, ia bermaksud
sesuatu yang dibuat – atau tidak dibuat – oleh kumpulan orang itu. Masyarakat
merupakan subjek utama dalam pengkajian sains sosial.
Perkataan society
datang daripada bahasa Latin societas, “perhubungan baik dengan orang lain”.
Perkataan societas diambil dari socius yang bererti “teman”, maka makna
masyarakat itu adalah berkait rapat dengan apa yang dikatakan sosial. Ini
bermakna telah tersirat dalam kata masyarakat bahawa ahli-ahlinya mempunyai
kepentingan dan matlamat yang sama. Maka, masyarakat selalu digunakan untuk
menggambarkan rakyat sebuah negara.
Walaupun setiap
masyarakat itu berbeda, namun cara ia musnah adalah selalunya sama: penipuan,
pencurian, keganasan, peperangan dan juga kadangkala penghapusan etnik jika
perasaan perkauman itu timbul. Masyarakat yang baru akan muncul daripada
sesiapa yang masih bersama, ataupun daripada sesiapa yang tinggal.
Pembahasan
Pembahasan
a. Masyarakat Pedesaan (Masyarakat Tradisional)
Menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia masyarakat desa adalah masyarakat yg penduduknya mempunyai
mata pencaharian utama dl sektor bercocok tanam, perikanan, peternakan, atau
gabungan dr kesemuanya itu, dan yg sistem budaya dan sistem sosialnya mendukung
mata pencaharian itu.
Ciri-ciri masyarakat desa antara lain sebagai berikut:
- Sistem kehidupan
umumnya bersifat kelompok dengan dasar kekelurgaan (paguyuban).
- Masyarakat bersifat
homogeny seperti dalam hal mata pencahariaan, agama dan adat istiadat.
- Diantara warga desa
mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan
masyarakat lain di luar batas wilayahnya.
- Mata pencahariaan utama
para penduduk biasanya bertani.
- Faktor geografis sangat
berpengaruh terhadapa corak kehidupan masyarakat.
- Jarak antara tempat
bekerja tidak terlalu jauh dari tempat tinggal.
Dalam kamus
sosiologi kata tradisional dari bahasa Inggris, Tradition artinya adat
istiadat dan kepercayaan yang turun menurun dipelihara, dan ada beberapa
pendapat yang ditinjau dari berbagai segi bahwa, pengertian desa itu sendiri
mengandung kompleksitas yang saling berkaitan satu sama lain diantara
unsur-unsurnya, yang sebenarnya desa masih dianggap sebagai standar dan
pemelihara sistem kehidupan bermasyarakat dan kebudayaan asli seperti tolong
menolong, keguyuban, persaudaraan, gotong royong, kepribadian dalam berpakaian,
adat istiadat , kesenian kehidupan moral susila dan lain-lain yang mempunyai
ciri yang jelas.
Dalam UU
Nomor 32 Tahun 2004 disebutkan
pengertian desa sebagai kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah,
yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat,
berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang diakui dan dihormati dalam
system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
b. Masyarakat
Perkotaan (Masyarakat Modern)
Pengertian
masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri
kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang
menonjol pada masyarakat kota yaitu; kehidupan keagamaan berkurang bila
dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa orang kota pada umumnya dapat
mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain.
Yang penting disini
adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga
sering sukar untuk disatukan, sebab perbedaan kepentingan paham politik,
perbedaan agama dan sebagainya.
Masyarakat perkotaan
biasa nya lebih cepat menyerap trend yang sedang booming atau
biasa disebut “gaul”. Tetapi terkadang masyarakat perkotaan tidak memilih trend
yang baik, jadi jika sedang booming langsung menyerapnya tanpa
memikirkan baik atau tidak nya. Maka nya kadang jika melihat masyarakat kota
yang seperti itu terlihat aneh bahkan lucu.
Ciri-ciri masyarakat perkotaan antara lain sebagai berikut :
- Kehidupan
agamanya berkurang sebab biasanya hanya duniawi saja yang di kejar
nya tanpa memikirkan kelak akhirat nanti.
- Banyak
warga kota yang individualisme tanpa harus memperdulikan orang lain.
- Warga
kota pada umumnya mendapatkan pekerjaan lebih banyak dan lebih baik.
- Perubahan-perubahan
akan terlihat nyata di kota sebab sangat berpengaruh dari budaya luar.
- Lebih
sering terkena dampak globalisasi.
- Orang
kota pada umumnya akan dapat mengurus dirinya sendiri tanpa bergantung
pada orang lain.
- Di
kota-kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan, karena
perbedaan politik dan agama dan sebagainya.
- Pola
pikiran rasional yang dianut oleh masyarkat perkotaan.
- Interaksi-interaksi
yang terjadi lebih berdasarkan pada faktor kepentingan pribadi daripada
kepentingan umum.
c. Perbedaan
Masyarakat Pedesaan dan Perkotaan
Dalam masyarakat
modern, sering dibedakan antara masyarakat
pedesaan (rural community) dan masyarakat perkotaan (urban community).
Menurut Soekanto (1994), per-bedaan tersebut sebenarnya tidak mempunyai
hubungan dengan pengertian masyarakat sederhana, karena dalam masyarakat
modern, betapa pun kecilnya suatu desa, pasti ada pengaruh-pengaruh dari kota.
Perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, pada hakekatnya
bersifat gradual.
Kita dapat
membedakan antara masyarakat desa dan masyarakat kota yang masing-masing punya
karakteristik tersendiri. Masing-masing punya sistem yang mandiri, dengan
fungsi-fungsi sosial, struktur serta proses-proses sosial yang sangat berbeda,
bahkan kadang-kadang dikatakan “berlawanan” pula. Perbedaan ciri antara kedua
sistem tersebut dapat diungkapkan secara singkat menurut Poplin (1972) sebagai
berikut:
Warga suatu
masyarakat pedesaan mempunyai hubungan yang lebih erat dan lebih mendalam
ketimbang hubungan mereka dengan warga masyarakat pedesaan lainnya. Sistem
kehidupan biasanya berkelompok atas dasar sistem kekeluargaan (Soekanto, 1994).
Selanjutnya Pudjiwati (1985), menjelaskan ciri-ciri relasi sosial yang ada di
desa itu, adalah pertama-tama, hubungan kekerabatan. Sistem kekerabatan dan
kelompok kekerabatan masih memegang peranan penting. Penduduk masyarakat
pedesaan pada umumnya hidup dari pertanian, walaupun terlihat adanya tukang
kayu, tukang genteng dan bata, tukang membuat gula, akan tetapi inti pekerjaan
penduduk adalah pertanian. Pekerjaan-pekerjaan di samping pertanian, hanya
merupakan pekerjaan sambilan saja.
Golongan orang-orang
tua pada masyarakat pedesaan umumnya memegang peranan penting. Orang akan
selalu meminta nasihat kepada mereka apabila ada kesulitan-kesulitan yang
dihadapi. Nimpoeno (1992) menyatakan bahwa di daerah pedesaan
kekuasaan-kekuasaan pada umumnya terpusat pada individu seorang kiyai, ajengan,
lurah dan sebagainya.
Ada beberapa ciri
yang dapat dipergunakan sebagai petunjuk untuk membedakan antara desa dan
kota. Dengan melihat perbedaan perbedaan yang ada mudah mudahan akan dapat
mengurangi kesulitan dalam menentukan apakah suatu masyarakat dapat disebut
sebagi masyarakat pedeasaan atau masyarakat perkotaan.
Ciri ciri tersebut
antara lain :
- jumlah dan kepadatan
penduduk
- lingkungan hidup
- mata pencaharian
- corak kehidupan sosial
- stratifiksi sosial
- mobilitas sosial
- pola interaksi sosial
- solidaritas sosial
- kedudukan dalam
hierarki sistem administrasi nasional
d. Hubungan Desa dan
Kota
Dari pengertian-pengertian
tersebut sudah mewakilkan dan dapat kita tarik kesimpulan bahwa hubungan antar
kota dan desa tak terkecuali hubungan antar masyarakat nya adalah suatu
kepentingan primer atau saling membutuhkan. Kenapa bisa disebut begitu?
Sebab masyarakat pedesaan dan perkotaan adalah dua komunitas yang saling
membutuhkan. Di antara keduanya terdapat hubungan yang erat dan bersifat
ketergantungan karena keduanya saling membutuhkan satu sama
lain. Masyarakat kota bergantung pada masyarakat desa dalam memenuhi
kebutuhannya akan bahan - bahan pangan seperti beras, sayur- mayur, daging
dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga pekerja kasar bagi jenis
- jenis pekerjaan tertentu yang dibutuhkan untuk bekerja di kota. Mereka
ini biasanya adalah pekerja - pekerja musiman. Pada saat musim tanam,
mereka sibuk bekerja di sawah dan selagi menunggu masa panen, mereka mencari
pekerjaan lain untuk mencari tambahan penghasilan.
Sebaliknya, masyarakat kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan juga oleh masyarakat yang berada di desa seperti pakaian, alat elektronik, obat-obatan, dan lain sebagainya. Di kota juga tersedia tenaga kerja yang siap melayani dalam bidang jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat desa, misalnya saja tenaga - tenaga di bidang medis atau kesehatan, permesinan, elektronika dan alat transportasi. Serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian, peternakan ataupun perikanan darat.
Sebaliknya, masyarakat kota menghasilkan barang-barang yang diperlukan juga oleh masyarakat yang berada di desa seperti pakaian, alat elektronik, obat-obatan, dan lain sebagainya. Di kota juga tersedia tenaga kerja yang siap melayani dalam bidang jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat desa, misalnya saja tenaga - tenaga di bidang medis atau kesehatan, permesinan, elektronika dan alat transportasi. Serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budi daya pertanian, peternakan ataupun perikanan darat.
e. Contoh Masalah
Sosial & Solusi
Pendidikan
adalah kalimat yang tak lagi asing di kalangan masyarakat Indonesia, terutama
anak-anak bangsa. Pendidikan merupakan kewajiban yang harus dijalani oleh
anak-anak bangsa Indonesia, karena pada dasarnya pendidikan sangat diperlukan,
karena dengan pendidikan tersebut dapat memajukan karakter dan budi pekerti
yang dimiliki oleh setiap individu. Melalui pendidikan, seseorang akan lebih
bisa menerapkan pengetahuannya ke dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi
faktanya, bangsa Indonesia ternyata belum mampu memaksimalkan potensi yang ada,
khususnya pendidikan. Di daerah perkotaan cenderung lebih maju daripada di
daerah pedesaan, terlebih lagi di daerah perbatasan seperti kabupaten Mahulu.
Pendidikan di wilayah perbatasan masih rendah karena program pemerataan
pendidikan belum membuat Kabupaten Mahulu mendapatkan pendidikan yang
layak.
Pendidikan
adalah kalimat yang tak lagi asing di kalangan masyarakat Indonesia, terutama
anak-anak bangsa. Pendidikan merupakan kewajiban yang harus dijalani oleh
anak-anak bangsa Indonesia, karena pada dasarnya pendidikan sangat diperlukan,
karena dengan pendidikan tersebut dapat memajukan karakter dan budi pekerti
yang dimiliki oleh setiap individu. Melalui pendidikan, seseorang akan lebih
bisa menerapkan pengetahuannya ke dalam kehidupan sehari-hari.
Tetapi
faktanya, bangsa Indonesia ternyata belum mampu memaksimalkan potensi yang ada,
khususnya pendidikan. Di daerah perkotaan cenderung lebih maju daripada di
daerah pedesaan.
Inilah gambaran
pendidikan di kota dan daerah pedesaaan. Di pedesaan anak-anak masih belum bisa
mengenyam pendidikan yang bermutu bagus karena masalah pembangunan dan akses
transportasi yang tidak memadai, sedangkan daerah perkotaan yang dapat
mengenyam pendidikan bagus dengan fasilitas yang lengkap malah tidak bisa
mencerminkan perilaku yang sesuai dengan pendidikan yang berkarakter. Kemudian
di daerah perkotaan banyak pengangguran yang memiliki gelar sarjana, hal
tersebut disebabkan kurangnya lapangan kerja yang tersedia di daerah perkotaan.
Tetapi hal ini tidak terjadi merata di seluruh perkotaan, hanya sebagian
kecilnya saja yang bergelar sarjana tetapi penganggur. Hal ini yang harus
ditangani oleh lembaga-lembaga yang berwenang agar lapangan pekerjaan mencukupi
lulusan-lulusan sarjana atau yang berpendidikan tinggi agar mendapatkan
pekerjaan sesuai bidangnya masing-masing. Walaupun ada segelintir yang memiliki
gelar sarjana tetapi tidak memiliki pengalaman layaknya seorang yang
berpendidikan sehingga sulit untuk mendapatkan pekerjaan.
Meskipun
fasilitas di desa masih kurang memadai, sebenarnya hal ini menjadi pembelajaran
bagi anak-anak desa karena mereka terbiasa dengan kerja keras, tantangan, dan
tidak patah semangat. Sehingga hal ini menjadi daya tahan yang tinggi dalam
berbagai permasalahan dan goncangan, dibandingkan dengan masyarakat di
perkotaan. Tetapi anak-anak yang berada di daerah terpencil tak perlu berkecil
hati, karena orang yang bersekolah tinggi saja belum tentu bisa sukses.
Kesuksesan akan didapatkan jika seseorang mau berusaha, membangun dan
mengembangkan segala bakatnya, tekun dan jujur. Karena dalam setiap diri
seseorang memiliki bakat yang berbeda-beda, hanya saja bagaimana individu tersebut
mengembangkan kemampuannya untuk mencapai kesuksesan.
Solusi :
Menurut saya,
kesuksesan bukan hanya diraih melalui seberapa tinggi Pendidikan yang Anda
capai, namun kesuksesan diraih dari usaha & kerja keras. Belajar tidak
hanya melalui sekolah tetapi pelajaran-pelajaran berharga dapat kita ambil dari
kehidupan kita sehari-hari dalam bersosialisasi dengan orang lain.
Selain itu, menurut
saya kesenjangan Pendidikan di kota dan di desa ini dapat diatasi karena kemajuan
teknologi sudah semakin canggih dan beberapa desa juga sudah mendapat koneksi
internet, di era sekarang ini sudah banyak sekali e-book yang dapat di download
dan dapat digunakan untuk belajar, selain itu banyak media-media dan aplikasi
yang dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak.
Komentar
Posting Komentar